Gubernur Banten Perpanjang PSBB di Tangerang Raya -->

Menu Atas

Loading...
DESKRIPSI GAMBAR

Advertisement

Gubernur Banten Perpanjang PSBB di Tangerang Raya

By: M Abdul Rosyid
Monday, 29 June 2020

Doc Ilustrasi.

PSBB diperpanjang dengan memuat berbagai instrumen yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan.

Banten- Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan secara resm perpanjangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya. Perpanjangan dilakukan selama 14 hari ke depan hingga tanggal 12 Juli 2020.

"PSBB diperpanjang dengan memuat berbagai instrumen yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan," kata Wahidin lewat keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2020).

Wahidin pun mengapreasi masyarakat yang tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan aktivitas-aktivitas di luar rumah, dan mulai terbiasa mengenakan masker di setiap kegiatan, serta selalu cuci tangan.

"Dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Penangangan Covid-19 di Banten sudah baik. Terlihat dari grafik di Indonesia, Banten terus menurun dibanding dengan provinsi lain," ujarnya.

Namun masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, tidak mengenakan masker, fasilitas cuci tangan belum tersedia, terutama di Pasar Tradisional. "Jadi pasar tradisional ini, relatif perlu perhatian khusus," tegasnya

Untuk diketahui, PSBB di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan kali pertama dimulai 18 April sampai dengan 3 Mei 2020. Kemudian Wahidin Halim memutuskan memperpanjang PSBB dari 4 Mei hingga 7 Mei 2020.

Setelah melakukan evaluasi, PSBB tahap kedua diberlakukan dari 8 Mei hingga 31 Mei 2020. Kondisi pandemi virus corona di Tangerang Raya yang belum menurun, membuat PSBB dilanjutkan dari 1 Juni hingga 14 Juni 2020.

Kemudian Gubernur Banten memutuskan untuk memperpanjang kembali PSBB tahap ke empat dari tanggal 14 - 28 Juni. Namun pelaksanaan PSBB tahap keempat lebih diperketat untuk mendisiplinkan masyarakat menuju new normal atau tatanan kehidupan baru.