Kasus remas payudara siswi, Polisi telah menaikan status penyelidikan ke penyidikan -->

Menu Atas

Loading...
DESKRIPSI GAMBAR

Advertisement

Kasus remas payudara siswi, Polisi telah menaikan status penyelidikan ke penyidikan

By: M Abdul Rosyid
Wednesday, 11 March 2020

Di hadapan para penyidik mengaku perbuatan yang dilakukan pada tanggal 26 Februari 2020 tersebut, sebagai perbuatan iseng alias bercanda, (11/3/2020).

Kabupaten Bolaang 7liputan.co.id- 5 Murid Peremas Payudara Siswi SMK di Sulut Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara, siswa yang menjadi pelaku dugaan pelecehan terhadap siswi salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, dipastikan bakal diproses sesuai hukum yang berlaku.Untuk saat ini, kepolisian terus melakukan penyidikan," ujar Pramana kembali.

Sekadar diinformasikan, polisi telah menaikan status penyelidikan ke penyidikan kasus dugaan aksi perundungan yang terjadi di salah satu SMK yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut. Dengan demikian, kelima murid yang terlibat kini berstatus tersangka.

Kelimanya sendiri, Selasa (10/3) di hadapan para penyidik mengaku perbuatan yang dilakukan pada tanggal 26 Februari 2020 tersebut, sebagai perbuatan iseng alias bercanda dan tidak ada maksud melecehkan.

Sementara untuk jumlah hukuman yang bisa diberikan kepada murid-murid tersebut, Pramana menyebutkan jika menggunakan pasal 82 UU 35 tahun 2014, hukuman minimal lima tahun dan maksimal bisa mencapai 15 tahun.Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pihaknya Selasa (3/10/2020) siang.

"Alat bukti cukup untuk penetapan tersangka," kata dia.

Sebutnya, para siswa belum ditahan dengan alasan masih bersekolah.
Ia mengungkapkan, lima siswa ini masih berpeluang beroleh keringanan melalui proses diversi.

Meski demikian, proses tersebut tidak meniadakan unsur pidana yang dilakukan.