Vonis: Pembunuh Rasidi di Pamekasan Dibui 10 tahun penjara -->

Menu Atas

Loading...
DESKRIPSI GAMBAR

Advertisement

Vonis: Pembunuh Rasidi di Pamekasan Dibui 10 tahun penjara

By: M Abdul Rosyid
Thursday, 27 February 2020



Hakim Ketua Bowono Effendi mengatakan, bahwa terdakwa Ruslan secara sah terbukti tindak pidana. 

Pamekasan 7liputan.co.id - Hakim Bawono Effendi memutuskan vonis 10 tahun penjara terhadap pembunuh Rasidi, warga Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.

Sidang pembacaan vonis digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pamekasan, Rabu (27/2/2020). Sidang vonis dihadiri langsung oleh Ruslan beserta kuasa hukumnya.

Hakim Ketua Bowono Effendi mengatakan, bahwa terdakwa Ruslan secara sah terbukti tindak pidana. 

Maka dari itu, terdakwa diputus pidana 10 tahun penjara. Namun, putusan tersebut belum memiliki kekuatan hukum yang tetap.

"Waktunya pikir-pikir hanya sekitar tujuh hari. Jadi minggu depan kami tunggu hasil jawabannya dari kuasa hukum terdakwa," singkat Bowono Effendi.

Rasidi meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Rabu (24/7) pasca dibacok di Jalan Raya Bujur Tengah, tepatnya di Selatan Pasar Selasaan, pukul 14.30 WIB, Kamis (11/7/2019) oleh Ruslan.

Hasil putusan Hakim disayangkan keluarga Rasidi. Sebab, mulanya tuntutan Jaksa 14 tahun penjara. Sementara, dalam sidang akhir Hakim memvonis terdakwa 10 tahun penjara. 

Dia menilai vonis yang telah tetapkan Hakim terhadap terdakwa pembunuhan terkesan kurang profesional.

"Bagi keluarga korban, justru hakim kurang profesional dalam memberi putusan itu," kata Muslim kepada awak media.

Dikatakan Muslim, korban (Rasidi) merupakan kepala keluarga dan menjadi tulang punggung satu-satunya untuk menghidupi empat anaknya.

Selain itu, kata dia, pihak keluarga korban sangat sulit menerima soal nyawa. Apalagi dengan putusan Hakim yang memvonis 10 tahun penjara.

"Sekali lagi ini soal nyawa dan tidak mudah untuk keluarga korban menerima, apalagi dengan putusan hakim yang hanya memvonis 10 tahun," ungkapnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Ruslan (terdakwa) Muhlisin mengatakan, bahwa dirinya tetap berupaya berpikir-pikir terlebih dahulu terkait putusan hakim.

Sebab, kata dia, vonis 10 tahun penjara tersebut dirasa sangat memberatkan pihak keluarga maupun terdakwa.

"Sesuai hasil putusan kami akan berpikir-pikir terlebih dahulu," pungkasnya.(rm)