Lakalantas Simalungun, Ibu dan Anak tewas setelah ditabrak Bus ngebut -->

Menu Atas

Loading...
DESKRIPSI GAMBAR

Advertisement

Lakalantas Simalungun, Ibu dan Anak tewas setelah ditabrak Bus ngebut

By: M Abdul Rosyid
Monday, 10 February 2020


Polisi: Pengemudi bus PT Karya Agung diduga kurang hati-hati dan datang dengan kecepatan tinggi, (11/2/2020).

Simalungun 7liputan.co.id- Seorang ibu rumah tangga yang sedang dibonceng putrinya, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di KM 3 – 3.5, jalan lintas Perdagangan-Siantar, tepatnya dekat simpang Pajak Negeri, Nagori Bandar, Kecamatan Bandar, Simalungun, Sabtu (8/2) sekira pukul 16.30 WIB.

Tak hanya itu, sang kakak yang mengemudi sepedamotor juga harus kehilangan adik kandungnya yang masih balita. Bocah berusia 3 tahun itu meninggal dunia di rumah sakit, setelah tak sadarkan diri seusai kecelakaan.

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu dalam keterangannya melalui Kanit Laka Ipda Ramadhan membenarkan adanya peristiwa itu.

Sebelum kecelakaan, Sri Handayani (43) dibonceng putrinya DW (16) mengendarai motor Honda Blade, BK 5701 TAK. Juga duduk di boncengan motor adalah Dinda Avisa Quraeni, putri bungsu dari Sri Handayani.

Ketiga warga warga Huta VI, Nagori Talun Rejo, Kecamatan Pematang Bandar itu dalam perjalanan dari arah Pematangsiantar menuju arah Perdagangan.

Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba saja bus PT Karya Agung, BM 7717 RA yang dikemudikan oleh Ranto Situmorang, warga Jalan Josep Sinaga, Kelurahan Parapat, Girsang Simpangan Bolon, Simslungun datang dengan kecepatan tinggi dari arah belakang.

“Pengemudi bus PT Karya Agung diduga kurang hati-hati dan datang dengan kecepatan tinggi. Saat di lokasi kejadian, rem bus mendadak tak berfungsi, sehingga tak dapat mengendalikan kendaraannya,” sebut Ramadhan.

Alhasil, bus Karya Agung langsung menabrak sepedamotor yang dikendarai Handayani dan kedua putrinya dengan telak dari belakang.

Handayani dan putrinya terjatuh dan masuk ke kolong bus, sementara DW terlempar ke badan jalan. Akibatnya, tubuh wanita 43 tahun itu langsung tergilas roda bus, sedangkan putri bungsunya terbanting cukup keras dan terseret.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi pihak kepolisian dan membawa Dinda serta kakaknya DW ke RS Karya Husada Perdagangan.

“Korban Handayani meninggal dunia di TKP, sedangkan Dinda Avisa Quraeni meninggal dunia di RS Karya Husada Petdagangan setelah mendapat perawatan karena mengalami luka di kening, dagu, punggung dan kaki,” jelasnya.

Selanjutnya, polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi serta mengamankan kedua kendaraan dan pengemudi bus.