Kematian Mahmud diduga dilarang main handphone, pilih gantung diri -->

Menu Atas

Loading...
DESKRIPSI GAMBAR

Advertisement

Kematian Mahmud diduga dilarang main handphone, pilih gantung diri

By: M Abdul Rosyid
Saturday, 1 February 2020

Wanita cantik yang memiliki anak berusia 10 bulan ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamarnya sendiri, (2/2/2020).

Ngawi 7liputan.co.id- Diduga karena sakit hati setelah dimarahi suami karena tidak memasak dan main HP terus, seorang ibu muda bernama Marinda (22) memilih mati. Wanita cantik yang memiliki anak berusia 10 bulan ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamarnya sendiri. Mayatnya ditemukan tewas menggantung pada Jumat (31/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Sontak saja kejadian tersebut membuat warga Dusun Jambe RT/RW 14/06, Kedunggalar, Ngawi geger.

Kronologisnya, pada pukul 17.30 WIB suami korban (Bagus) sampai rumah sepulangnya dari bekerja. Saat itu Marinda terlihat asik bermain ponselnya. Karena suami korban merasa lapar setelah pulang kerja, suaminya menanyakan korban masak apa dan ada lauk apa. Tetapi oleh korban tidak dijawab dan terjadilah pertengkaran antara keduanya. Setelah itu Marinda ngambek dan langsung masuk ke kamarnya. Karena sedang marah, lantas sang suami memilih untuk tiduran di kursi ruang tamu. Saat pukul 21.00, mertua korban mematikan lampu dan membuat Bagus terbangun, dan menyuruhnya pindah ke tempat tidur. Setelah itu suaminya membuka tirai kamarnya dan terkejut ketika melihat istrinya sudah gantung diri dengan lidah menjulur dengan leher terikat kain jilbab warna merah muda yang diikat di kayu plafon kamar.

Saat itu Bagus berteriak, dan memanggil orangtua dan tetangga sekitar untuk membantu menurunkan korban. dan melaporkan kepada KASUN dan diteruskan ke Polsek kedunggalar. Selanjutnya Petugas Polsek Kedunggalar bersama petugas medis Puskesmas Gemarang untuk Dilakukan pemeriksaan medis / Visum Et Repertum di tempat. Saat diperiksa di TKP, korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan murni gantung diri karena terdapat ciri-ciri lidah melet (menjulur), kencing dan BAB di celana, dan ada bekas menghitam dileher akibat terjerat kain. 

Keluarga korban menerima kematian karena gantung diri dan tidak berkenan untuk dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan. Jenazah Marinda akan disholatkan dan dimakamkan keesokan harinya. Untuk motifnya diduga kuat karena sakit hati setelah dimarahi.