Berikut penjelasan Gempabumi Tektonik di pantai Barat Sumatera -->

Menu Atas

Loading...
DESKRIPSI GAMBAR

Advertisement

Berikut penjelasan Gempabumi Tektonik di pantai Barat Sumatera

By: M Abdul Rosyid
Tuesday, 25 February 2020



Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal.

Jakarta 7liputan.co.id- Kejadian dan Parameter Gempabumi:
Hari Selasa, 25 Februari 2020 pukul 03.59.24 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.88 LS dan 99.97 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 km arah Timur Laut Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 40 km. 

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( _thrust fault_ ).  

Dampak Gempabumi:
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Siberut, Tua Pejat, Padang III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang Panjang II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. 
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. 

Gempabumi Susulan:
Hingga hari Selasa, 25 Februari 2020 pukul 04.40 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). 

Rekomendasi: 
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. 

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.i